Wahana Media Entertaiment

PP Tunas Resmi Berlaku Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Akses Media Sosial

Ilustrasi pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun di Indonesia melalui PP Tunas

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 resmi diterapkan pada 28 Maret 2026 dan langsung menjadi sorotan di industri media digital. Regulasi ini membatasi anak di bawah 16 tahun untuk memiliki akun di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, Threads, X, Bigo Live, Roblox, hingga YouTube. Aturan ini lahir dari kekhawatiran terhadap tingginya paparan anak terhadap risiko digital seperti konten negatif, perundungan siber, hingga kecanduan internet. Dengan sekitar 229 juta pengguna internet di Indonesia dan hampir 80 persen anak sudah terhubung, ruang digital kini menjadi area yang tidak bisa dilepas tanpa pengawasan.

Meutya Hafid menegaskan bahwa perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam kebijakan ini. Data menunjukkan sekitar 50 persen anak di Indonesia pernah terpapar konten seksual di media sosial. Angka ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan pelaku industri. Indonesia bahkan menjadi salah satu negara non-Barat pertama yang menerapkan pembatasan akses digital berbasis usia secara tegas. Regulasi ini juga memperkuat isu seperti keamanan digital anak, literasi digital, serta tanggung jawab platform dalam menciptakan ekosistem yang lebih aman.

Respons dari industri pun mulai terlihat. TikTok menyatakan telah memiliki lebih dari 50 fitur keamanan dan privasi yang aktif secara otomatis untuk pengguna remaja. Platform ini juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam memastikan perlindungan pengguna muda. Bagi industri media dan kreator, regulasi ini akan mengubah strategi distribusi konten dan segmentasi audiens. Tidak hanya soal jangkauan, tetapi juga bagaimana konten dikemas agar sesuai dengan regulasi dan tetap relevan bagi pengguna.

PP Tunas membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Regulasi ini fokus pada perlindungan dari risiko digital seperti konten negatif dan cyberbullying. Dampaknya akan terasa pada platform, kreator, dan industri media secara keseluruhan.

Wahana Media Entertainment melihat perubahan ini sebagai momen penting untuk membangun konten yang lebih bertanggung jawab. Saatnya beradaptasi dengan regulasi baru dan menciptakan ekosistem media yang aman, relevan, dan berkelanjutan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *