Wahana Media Entertaiment

Dari “Dear God” hingga “So Far Away”, Kenangan yang Dibawa Avenged Sevenfold ke Jakarta

Avenged Sevenfold tampil dalam konser di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada 10 Oktober 2026.

Konser bukan hanya tentang musik yang dimainkan di atas panggung, tetapi juga kenangan yang kembali hadir ketika sebuah lagu terdengar. Hal itu terasa dalam konser Avenged Sevenfold Live in Indonesia di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu, 10 Oktober 2026.

Band heavy metal asal Amerika Serikat ini membawakan sejumlah lagu yang telah menemani penggemarnya selama bertahun-tahun. Di antara penampilan malam itu, “Dear God” dan “So Far Away” menghadirkan momen emosional dengan makna yang berbeda bagi pendengar maupun perjalanan band.

“Dear God” dan Nostalgia Masa Muda

Dirilis pada 2007 melalui album Avenged Sevenfold, “Dear God” menjadi salah satu lagu yang memperlihatkan sisi musikal berbeda dari band ini. Melodinya yang lembut dan lirik tentang kerinduan membuatnya dikenal oleh pendengar dari berbagai kalangan.

Bagi sebagian penggemar Indonesia, lagu ini lekat dengan kenangan masa muda, termasuk era ketika musik ditemukan melalui warnet, video musik di internet, atau rekomendasi teman. Mendengarkannya kembali secara langsung setelah bertahun-tahun menghadirkan kesempatan untuk mengenang masa ketika lagu tersebut pertama kali menjadi bagian dari keseharian mereka.

Di tengah ribuan penonton JIS, “Dear God” bukan sekadar lagu lama yang kembali dibawakan. Lagu ini menjadi pengingat bahwa musik dapat menyimpan potongan pengalaman yang tetap berarti, bahkan ketika kehidupan pendengarnya sudah banyak berubah.

“So Far Away” dan Kenangan tentang The Rev

Nuansa berbeda hadir melalui “So Far Away”, lagu dari album Nightmare (2010) yang memiliki kaitan erat dengan James Owen Sullivan, atau The Rev, mantan drummer Avenged Sevenfold yang meninggal pada 2009.

Lagu tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang berperan penting dalam perjalanan band. Karena itu, “So Far Away” tidak hanya berbicara tentang kehilangan, tetapi juga tentang kenangan dan ikatan yang tetap bertahan setelah seseorang tiada.

Momen ini membawa cerita Avenged Sevenfold lebih dekat kepada penggemarnya. Di balik musik yang selama ini mereka dengarkan, terdapat perjalanan personal yang ikut membentuk identitas band hingga hari ini.

Kendala Teknis di Tengah Konser

Pertunjukan juga sempat diwarnai kendala teknis ketika double pedal drum milik Brooks Wackerman mengalami kerusakan. Situasi tersebut membuat penampilan terhenti sejenak sebelum M. Shadows mencairkan suasana dengan candaan kepada sang drummer.

Setelah kendala ditangani, konser kembali berlanjut. Meski hanya menjadi selingan singkat, kejadian ini memperlihatkan sisi spontan dari pertunjukan langsung yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Musik yang Menyimpan Kenangan

Kehadiran Avenged Sevenfold di Jakarta pada 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang band tersebut bersama penggemar Indonesia. Sebelumnya, mereka juga pernah tampil di Tanah Air dalam beberapa periode karier yang berbeda.

Konser di JIS mempertemukan penggemar dengan pengalaman dan kenangan masing-masing. Malam itu ditutup dengan “Cosmic”, tetapi cerita yang melekat pada lagu-lagu mereka tidak harus berakhir bersama pertunjukan.

Dari “Dear God” hingga “So Far Away”, konser ini mengingatkan bahwa musik dapat bertahan melampaui waktu perilisan. Sebuah lagu mungkin terdengar sama, tetapi maknanya terus berkembang bersama pengalaman orang-orang yang mendengarkannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *