Wahana Media Entertaiment

The Weeknd dan Pestapora Gerakkan Ekonomi Jakarta Hampir Rp250 Miliar, Ini Dampaknya bagi Industri Entertainment

Suasana konser The Weeknd dan festival Pestapora yang disebut berkontribusi menggerakkan ekonomi Jakarta hingga hampir Rp250 miliar melalui industri hiburan dan ekonomi kreatif.

Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat hiburan terbesar di Indonesia. Dalam satu akhir pekan pada September 2026, dua acara musik berskala besar yaitu konser The Weeknd dan festival Pestapora disebut mampu menggerakkan ekonomi Jakarta hingga hampir Rp250 miliar. Angka tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berdasarkan laporan yang diterimanya terkait penyelenggaraan kedua acara tersebut. Menurutnya, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh industri musik, tetapi juga berbagai sektor pendukung yang terlibat selama acara berlangsung.

“Dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar,” ujar Pramono Anung.

Nilai tersebut menjadi gambaran bahwa konser dan festival musik kini tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan bagian dari aktivitas ekonomi yang mampu menciptakan efek berantai ke berbagai sektor.

Dampaknya Tidak Hanya dari Penjualan Tiket

Dalam industri live entertainment, perputaran ekonomi tidak hanya berasal dari pembelian tiket konser. Ribuan pengunjung yang datang ke sebuah acara besar turut menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi lain, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga perdagangan. Konser The Weeknd yang digelar selama dua hari di Jakarta International Stadium (JIS), misalnya, menarik penonton dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak penggemar yang datang dari luar Jakarta harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, hotel, makanan, hingga kebutuhan lainnya selama berada di ibu kota. Di saat yang sama, festival Pestapora yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran juga menghadirkan ratusan musisi dan menarik puluhan ribu pengunjung. Aktivitas tersebut menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal, vendor acara, UMKM, hingga pekerja kreatif yang terlibat di balik penyelenggaraan festival.

Dua Event, Dua Model Industri Musik

Menariknya, The Weeknd dan Pestapora merepresentasikan dua model bisnis berbeda dalam industri live entertainment. The Weeknd hadir sebagai konser stadion berskala internasional dengan produksi besar dan basis penggemar global. Sementara itu, Pestapora merupakan festival musik lokal yang mengandalkan keragaman musisi lintas genre dan menjadi wadah bagi ratusan penampil dari berbagai generasi.

Meski memiliki format yang berbeda, keduanya menunjukkan bahwa acara musik mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan ketika berhasil menarik massa dalam jumlah besar. Hal ini juga memperlihatkan bahwa kontribusi industri hiburan tidak hanya datang dari kehadiran superstar internasional. Festival musik lokal dengan ekosistem yang kuat juga dapat menjadi penggerak ekonomi yang tidak kalah besar.

Jakarta Semakin Dilirik sebagai Kota Konser

Meningkatnya jumlah konser dan festival musik berskala besar dalam beberapa tahun terakhir turut memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi utama pertunjukan musik di kawasan Asia Tenggara. Pramono menyebut semakin banyak musisi internasional yang memasukkan Jakarta ke dalam jadwal tur mereka. Selain The Weeknd, sejumlah nama besar seperti Ye (Kanye West), Westlife, hingga Andrea Bocelli juga dijadwalkan tampil di Jakarta dalam waktu mendatang. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya menjadi pasar bagi penonton musik, tetapi juga bagian dari ekosistem industri hiburan global yang semakin diperhitungkan.

Tantangan di Balik Pertumbuhan Industri Live Entertainment

Di balik dampak ekonomi yang besar, pertumbuhan industri live entertainment juga menghadirkan tantangan tersendiri. Penyelenggaraan acara dengan puluhan ribu penonton membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari akses transportasi, pengelolaan keramaian, keamanan, hingga pengalaman penonton di lokasi acara. Sejumlah catatan terkait akses menuju dan keluar venue masih menjadi perhatian dalam beberapa konser besar yang digelar di Jakarta. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri hiburan perlu diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendukung agar pengalaman penonton dan penyelenggara dapat berjalan lebih optimal.

Perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar dari konser The Weeknd dan festival Pestapora memperlihatkan bagaimana industri hiburan kini memiliki peran yang semakin besar dalam aktivitas ekonomi perkotaan. Bagi Jakarta, kehadiran konser dan festival berskala besar bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi sektor kreatif, pariwisata, hingga pelaku usaha lokal. Dengan semakin banyaknya acara musik yang digelar, industri live entertainment berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi yang semakin penting bagi ibu kota di masa mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *