Ariana Grande resmi menutup rangkaian Eternal Sunshine Tour di O2 Arena, London, pada Selasa (1/9) malam waktu setempat. Konser terakhir tersebut menjadi momen emosional bagi Ariana sekaligus penanda berakhirnya rangkaian 41 pertunjukan yang membawanya kembali ke atas panggung setelah beberapa tahun.
Di hadapan penonton London, Ariana beberapa kali terlihat menahan tangis saat menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menyebut perjalanan tur ini sebagai salah satu pengalaman paling indah dalam hidupnya dan mengapresiasi berbagai bentuk dukungan yang diberikan penggemar selama rangkaian pertunjukan.
“Semua pesan, kostum, pakaian, dan riasan kalian sangat indah,” ujar Ariana kepada penonton, seperti dikutip Variety. Ia juga mengatakan menikmati setiap momen selama bersama para penggemarnya dan merasa bersyukur atas perjalanan tersebut.
Tur Berakhir, Ariana Bersiap Mengambil Jeda
Penutupan tur ini sekaligus membuka babak baru bagi Ariana. Sebelumnya, penyanyi berusia 33 tahun tersebut telah mengungkapkan rencana untuk mengambil jeda dari sorotan publik setelah seluruh rangkaian konser selesai.
Keputusan tersebut bukan sesuatu yang dibuat secara mendadak. Ariana menjelaskan bahwa rencana untuk mengurangi visibilitasnya sudah dipertimbangkan sejak lama. Ia juga menegaskan kepada penggemar bahwa keputusan tersebut tidak berarti dirinya kehilangan kecintaan terhadap musik maupun orang-orang yang mendukungnya.
“Batasan perlu ditetapkan, dan manusia memang butuh istirahat sesekali,” kata Ariana saat berbicara kepada penonton di Chicago pada awal Agustus.
Salah satu dampak dari keputusan tersebut adalah mundurnya Ariana dari produksi Sunday in the Park with George, musikal karya Stephen Sondheim yang dijadwalkan tampil di West End London. Produksi tersebut tetap berjalan dengan pemeran pengganti.
Meski memilih mengurangi aktivitas publik, jeda Ariana bukan berarti seluruh pekerjaannya berhenti. Ia masih dijadwalkan terlibat dalam sejumlah proyek, termasuk film Focker in Law yang akan dirilis pada November mendatang.
Momen Penutup yang Penuh Emosi
Konser terakhir di London menjadi penutup yang cukup personal bagi Ariana. Selain menyampaikan rasa terima kasih, ia juga membawakan sejumlah lagu dari perjalanan kariernya, termasuk “One Last Time”. Rangkaian Eternal Sunshine Tour sendiri dimulai pada Juni 2026 dan menjadi tur besar pertama Ariana setelah vakum dari aktivitas tur selama beberapa tahun. Setelah menyelesaikan sejumlah pertunjukan di Amerika Utara, Ariana melanjutkan perjalanan ke London untuk 10 konser di O2 Arena.
Dengan berakhirnya pertunjukan tersebut, Ariana kini memasuki periode yang lebih tenang setelah menjalani jadwal musik dan berbagai aktivitas profesional yang cukup padat.
Hiatus Bukan Lagi Hal Asing bagi Artis Pop
Keputusan Ariana untuk mengambil jeda juga hadir di tengah semakin seringnya kabar serupa muncul dari industri pop. Tahun ini, misalnya, KATSEYE juga menghadapi situasi hiatus dengan dua anggotanya. Manon sebelumnya mengambil jeda untuk fokus pada kesehatan dan wellbeing, sementara Sophia kemudian mengumumkan hiatus untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya.
Meski alasan dan situasi setiap artis berbeda, keputusan untuk mengambil waktu istirahat menunjukkan bahwa jeda dari aktivitas publik dapat menjadi bagian dari cara seorang musisi mengatur kembali ritme kerja dan kehidupan di tengah tingginya tuntutan industri hiburan.
Bagi Ariana, jeda tersebut dimulai setelah satu fase penting dalam kariernya ditutup di atas panggung London dengan ucapan terima kasih kepada para penggemar yang telah menemani perjalanan Eternal Sunshine.
