Jika dulu televisi menjadi pusat hiburan keluarga, hari ini posisinya perlahan tergeser oleh satu perangkat kecil di genggaman tangan. Data industri media menunjukkan bahwa Gen Z menghabiskan sebagian besar waktu hiburan mereka melalui ponsel, bukan lagi di depan TV tradisional. Dari TikTok yang serba cepat, streaming film on-demand, hingga musik digital yang menemani aktivitas harian, pola konsumsi hiburan mengalami pergeseran besar. Bagi industri media, ini bukan sekadar perubahan platform, melainkan perubahan cara berpikir audiens. Gen Z tidak hanya menonton konten mereka hidup di dalam ekosistem digital yang selalu aktif, personal, dan instan.
Gen Z sebagai Motor Utama Mobile Entertainment
Gen Z tumbuh bersamaan dengan internet dan smartphone. Tidak heran jika mobile entertainment menjadi pilihan utama mereka. Platform seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels menawarkan format singkat, cepat, dan mudah dibagikan sesuai dengan gaya konsumsi Gen Z yang dinamis. Streaming film dan serial pun lebih sering diakses lewat ponsel dibandingkan layar televisi. Fleksibilitas waktu dan tempat menjadi kunci. Hiburan tidak lagi terikat jadwal tayang atau ruang tertentu. Bagi generasi ini, konten harus bisa diakses kapan saja, di mana saja, dan sesuai mood. Inilah yang membuat TV tradisional semakin kehilangan relevansi di mata audiens muda.
Pergeseran Strategi Industri Media Digital
Perubahan perilaku Gen Z memaksa industri media melakukan adaptasi besar. Media tidak lagi bisa mengandalkan satu saluran distribusi. Konten kini harus mobile-first, bahkan sering kali platform-first. Format vertikal, durasi pendek, dan visual yang kuat menjadi standar baru. Di sisi lain, algoritma platform digital berperan besar dalam menentukan apa yang dikonsumsi audiens. Ini membuat strategi editorial dan distribusi semakin berbasis data. Media yang mampu membaca pola konsumsi Gen Z kapan mereka online, konten apa yang mereka simpan, dan apa yang mereka bagikan akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di era media digital.
Musik Digital dan Streaming: Konsumsi yang Lebih Personal
Dalam konteks musik, Gen Z juga menunjukkan pola yang berbeda. Mereka jarang mendengarkan musik sebagai aktivitas utama di satu tempat. Musik hadir sebagai bagian dari rutinitas: saat bekerja, belajar, atau scrolling media sosial. Platform streaming dan konten musik digital di TikTok menjadi ruang utama eksplorasi lagu baru. Lagu bisa viral bukan karena diputar di TV musik, tetapi karena dipakai di ribuan video pendek. Ini mengubah cara artis, label, dan media mempromosikan karya. Musik kini lebih personal, kontekstual, dan terikat pada pengalaman digital sehari-hari Gen Z.
Dampak terhadap TV Tradisional dan Media Konvensional
TV tradisional tidak sepenuhnya ditinggalkan, tetapi posisinya berubah. Ia bukan lagi sumber hiburan utama, melainkan pelengkap. Konten TV yang ingin tetap relevan harus hadir ulang di platform digital, baik dalam bentuk potongan video, highlight, maupun format yang disesuaikan dengan mobile entertainment. Media konvensional yang gagal beradaptasi berisiko kehilangan generasi audiens baru. Sebaliknya, mereka yang mampu menjembatani konten panjang dan pendek, layar besar dan kecil, justru punya peluang untuk tetap bertahan dan berkembang.
Dominasi Gen Z dalam mobile entertainment menandai era baru konsumsi hiburan digital. Dari TikTok hingga streaming film dan musik, generasi ini membuktikan bahwa masa depan industri media ada di genggaman tangan. Bagi pelaku media, memahami perilaku Gen Z bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Ikuti Wahana Media Entertainment untuk insight, tren, dan analisis mendalam seputar media digital, musik, dan hiburan karena memahami audiens hari ini berarti menyiapkan industri untuk esok hari.
