Industri musik global kembali mencetak rekor. Berdasarkan laporan terbaru ekonom musik Will Page, nilai global hak cipta musik mencapai US$47,2 miliar sepanjang 2024. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus menandai pertumbuhan sekitar 5% dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini memperlihatkan bahwa musik bukan hanya produk kreatif, tapi juga aset ekonomi bernilai tinggi yang terus berkembang di era digital.
Kontribusi terbesar masih datang dari rekaman musik, yang menyumbang lebih dari setengah total nilai tersebut. Sementara itu, pendapatan dari organisasi manajemen kolektif (CMO) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencerminkan meningkatnya pemanfaatan musik di berbagai platform—mulai dari streaming, media sosial, hingga penggunaan komersial. Namun di sisi lain, pendapatan langsung penerbit musik justru sedikit menurun, menandakan adanya pergeseran cara nilai ekonomi musik dikumpulkan dan didistribusikan.
Laporan ini juga menyoroti perubahan besar dalam struktur industri musik global. Streaming tetap menjadi mesin utama pertumbuhan, didorong oleh kekuatan pasar lokal yang kini mampu bersaing secara global. Di tengah peluang tersebut, industri juga dihadapkan pada tantangan baru, termasuk perkembangan musik berbasis AI dan isu transparansi data di beberapa negara. Satu hal yang jelas: nilai musik terus naik, tapi cara industri mengelolanya harus ikut berevolusi.
Akan dapat dikembangkan kedalam industri musik in 2026, bersama dengan struktur industri musik global
