






![]() | Hari ini | 84 |
![]() | Kemaren | 90 |
![]() | Total | 13415 |
Oleh: Defriani Efizal
(Pelajar Kls: X.3 SMA Negeri 1 Kota Solok TP 2011/2012)
Sang raja siang baru saja mulai menempati singgasananya. Hari ini begitu cerah, secerah hatiku yang berbunga.
“Pagi Riri... wahhh, kamu kelihatan ceria banget pagi ini,” sapa Mutia ramah.
“Pagi juga mut, iya donk cause aku baru aja dapet sesuatu berharga nih.” Tanggap ku seadanya.
“Ayo... dapet apaan sih??” tanyanya lagi penasaran.
“Ada dech...” jawabku singkat sambil berlari ke ruang kelas menghampiri tempat dudukku.
Suasana semakin asyik saat kami belajar bahasa jerman alias ‘deutsch’. Kami berbicara dan mendengarkan
kata-kata yang memang masih terasa asing, bahkan ada kata-kata yang lucu bila diartikan dalam bahasa indonesia. Waktu istirahat tiba, aku tak sabar ingin membuka surat yang baru saja ku dapat dari pak pos tadi pagi.
Aku mulai merogoh saku rok abu-abuku, berusaha menemukan sepucuk surat dari sahabat kecilku ohh tidak, tepatnya cinta pertamaku yang sangat aku rindukan. Kutemukanlah surat dengan kertas berwarna merah jambu, warna favorite ku.
“Sepertinya dia tahu benar tentang hal itu,” gumamku dalam hati.
Padang, 13 September 2011
Untuk: Riri, Sahabat Kecilku
Dari: Pemujamu
Walau tak dapat ku melihatmu, namun hadir tetap dapat kurasakan, menghadirkan secercah cahaya yang menyinari hidupku. Tak banyak yang dapat ku-ungkap lagi setelah ratusan surat-surat lain yang t’lah ku kirimkan padamu.
Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku bahagia di sini. Aku bahagia membaca tulisan-tulisanmu yang penuh makna itu. Walau diriku bukanlah pujangga yang pandai merangkai kata, namun inilah aku yang akan selalu ada untukmu.
Ribuan kata bahkan tak lagi bisa kusampaikan untuk mengatakan betapa bahagianya aku memiliki teman kecil sepertimu. Dengan surat-suratmu aku mengetahui makna kehidupan bahkan makna sahabat, cinta dan kasih.
Sampai di sini dulu kisahku, Semoga kau baik-baik saja di sana.
Pemujamu
Ryan
Air mataku terasa panas mengaliri pipiku yang teduh, hati sedih bercampur bahagia. Tak dapat lagi rasanya aku berkata-kata, rasa rindu ini pun semakin menusuk di jiwa. Tak lama kemudian menari-narilah penaku di atas kertas menggores tinta tentang catatan hatiku.
Solok, 14 September 2011
Untuk: Ryan, Sahabatku
Dari: Pecinta mu
Coffe,
Semua orang bisa meminumnya, merasakan nikmatnya, paling nikmat jika diminum selagi hangat, menghangatkan tubuh yang direndung dingin ini. Sungguh aku sangat berharap kau seperti coffe. Menghangatkan tubuh ini, walau tak bersua tatapanku.
Hati slalu berkata benar, hanya saja manusia terkadang lemah mendengarkannya. Di sini aku selalu menantimu, merindukanmu. Satu kata yang sangat ingin kutanyakan, “kapan kau kembali?”
Pecinta mu
Riri
Air mataku kembali menitik, hangat sekali. Aku terdiam, ya hanya bisa diam.
“Hayo....lagi ngapain sich? Pasti siap dapet surat dari temanmu itukan? Orangnya gak jelas githu masih aja dipikirin?” oceh helsa temanku yang akrab disapa lambing itu menyadarkanku dari lamunanku.
“Apaan sich” jawabku kikuk.
Senyum simpul menghiasi wajahku.
Kini sang rembulan telah siap menggantikan raja siang yang terlihat lelah menerangi dunia ini, dengan bertaburkan bintang bak berlian. Hatiku kembali kecut tak berarah, penantianku selama 5 tahun belum jua berujung.
Paginya, seperti biasa aku bangun pukul 05.00 WIB, lalu mandi dan shalat subuh. Hari ini adalah hari yang spesial bagiku, karena aku akan mengadakan studibanding ke Padang. Mungkin karena aku masih saja berharap bertemu dengan ryan, sampai-sampai aku terlihat aneh karena senyum-senyum sendiri.
Setelah 5 tahun berpisah kami sama sekali tak pernah menggunakan barang elektronik sebagai alat komunikasi. Meski zaman udah modern gini, tapi tetap aja lebih enjoy dengan surat. Surat kayaknya udah punya chemistry sendiri bagi kami.
“Udah siap ri?” suara itu membangunkan ku dari lamunan tak berujung.
“Mmmm... udah, udah ji” lagi-lagi aku terlihat kikuk di depannya.
“Kalau githu kita berangkat sekarang, yang laen dah pada nunggu”
Aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakangnya. Sampai di atas bis ternyata hanya dua bangku yang tersisa. Teman-temanku telah menemukan pasangan duduknya masing-masing, terpaksa aku duduk dengan orang yang aku anggap sangat menyebalkan, sok cool lagi, siapa lagi yang kalau bukan jihad.
Setengah perjalanan aku dan dia hanya diam seribu bahasa. Tapi tiba-tiba...
“Kamu masih mikirin dia ya?” tanya nya tiba-tiba
“Mikirin siapa? Dia, dia siapa?” jawabku bingung
“Kamu fikir aku gak tau tentang teman kecil kamu itu.”
“Bagaimana dia bisa tau? Gumamku dalam hati.
“Apa sich bagusnya dia, kamu gak pernah ketemu dia, gak pernah liat dia bahkan, dengar suaranya pun gak pernah, dan kamu juga...”
“Stop... stop... stop... udah ya, kamu gak tau apa-apa dan kamu gak usah ikut campur urusan aku, ngerti” sergitku tiba-tiba dan marah.
Jihad hanya diam tak melihatku, akupun rasanya sangat benci melihatnya.
Sampailah kami di tempat tujuan. Kami mengunjungi beberapa SMA di padang. Salah satunya SMA Negeri 1 Padang. Disana aku mendapatkan sesuatu yang mungkin mulai membuka mataku untuk bisa lagi bertemu Ryan.
“Hai, kamu ririkan? Kok bisa ada di sini? Oohh, aku tau kamu pasti salah satu rombongan study banding dari Solokkan?” ocehnya sambil menatapku yang kebingungan.
“Eehh, iya-iya, kamu kenal aku, emang kita pernah ketemu ya? Tanyaku yang masih kayak orang linglung.
“Siapa sich yang gak kenal kamu, semua teman Ryan kenal lagi. Btw kamu kok sendiri aja, yang lain mana?”
“Mmmm, tadi aku kepisah ama rombongan karena ke toilet dulu”
“Ooohhh, jadi udah mau balik ke solok ya?”
“Iya, semuanya dah siap kok. Oiya, kamu temannya Ryankan? Ryannya mana, dan nama kamu siapa, kita belum kenalan loo?”
“Nama aku Revan, kamu sama sekali belum dapat kabar tentang Ryan?
“Tentang ryan?” firasatku mulai tidak enak
“Ryan udah meninggal sejak 1 tahun yang lalu, dia mengidap tumor otak”
“Apa???” darahku berdesir hebat, tak dapat aku berkata, lidah ku kelu dan seluruh tubuhku serasa dalam belenggu.
“Tapi kemarin dia masih...”
“Ngirim surat? Semua surat-surat itu sudah lama dia tulis, dia sangat memahami perasaanmu.”
“Gak, itu gak mungkin. Semua itu bohong.” Badan ku semakin terasa lemas.
“Kalau githu kamu tunggu disini, aku akan mengambil sesuatu”
Dalam penantianku itu, terasa sangat berat. Aku beku tak berdelik. Tibalah Revan membawakan puluhan surat dengan sampul berwarna merah muda.
“Semua ini yang Ryan tulis untukmu, dia sangat mencintaimu, tapi takdir berkata lain. Sekarang bawalah surat-surat ini bersamamu, mungkin sudah saatnya kamu mengetahui yang sebenarnya.”
Aku masih dalam lamunanku.
“Pulanglah, semua telah menantimu!”
Dengan nafas terengah aku berusaha menenangkan diri.
“Terima kasih atas informasinya”
Hanya kata itu yang dapat ku katakan dalam keterpurukanku. Dengan langkah gontai aku kembali ke bis. Hampir semua anggota telah berkumpul. Aku tak berani menatap mereka, takut dan akupun tak ingin ada yang tau.
Dalam hati aku bergumam “mungkin ini yang ditakdirkan padaku dan dia. Ini yang terbaik. Selama ini aku t’lah banyak menerima surat darinya. Ya... surat yang dia kirimkan dari surga. *** Solok, 13 Januari 2012
Senin, 02-04-2012 [09:59 WIB]
Pendidikan Karakter Berlaku Untuk Semua...Padang – WM. “Korupsi adalah musuh kita bersama, musuh rakyat dan harus kita cegah dan... |
Senin, 02-04-2012 [10:05 WIB]
Jelang Berlangsungnya UN 2012 Ortu Dihi...Pesisir Selatan - WM. Detik-detik jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 yang Sudah Diambang Ma... |
Senin, 02-04-2012 [09:57 WIB]
Bupati Dharmasraya – H. Adi Gunawan: J...Dharmasraya – WM. “Jadilah generasi muda yang cerdas dan jujur, sehingga dapat menjadi... |
Minggu, 01-04-2012 [18:39 WIB]
UN di Padang Panjang Diikuti 4.505 Siswa...Padangpanjang - WM. Ujian nasional tahun ajaran 2011/2012 di Kota Padangpanjang, Sumatera B... |
Senin, 26-03-2012 [22:20 WIB]
UPTD Tigo Nagari Serahkan Bantuan Korban...Pasaman – WM. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan kecamatan T... |
Senin, 02-04-2012 [10:05 WIB]
Jelang Berlangsungnya UN 2012 Ortu Dihi...Pesisir Selatan - WM. Detik-detik jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 yang Sudah D... |
Sabtu, 31-03-2012 [00:20 WIB]
SMP Negeri 5 Bukittinggi Program Sukses...Bukittinggi – WM. SMP Negeri 5 Bukittinggi tidak diragukan lagi memiliki segudang prestasi di bidan... |
Senin, 02-04-2012 [10:05 WIB]
Jelang Berlangsungnya UN 2012 Ortu Dihi...Pesisir Selatan - WM. Detik-detik jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 yang Sudah D... |
Senin, 02-04-2012 [09:53 WIB]
Sertijab Kepsek SMA Negeri 1 Pasaman Haw...Pasbar – WM. Setelah memimpin SMA Negeri 1 Pasaman dalam waktu yang cukup singkat, Ahmad... |