
Oleh: Samsiani, S.Pd
(Guru SMA Negeri 1 Padang Gelugur Kabupaten Pasaman)
Kinerja guru akan dinilai mulai tahun 2013. Indikator penilaianpun sudah ditetapkan. Hasil penilaian akan menentukan tingkat akreditasi seorang guru. Tingkat akreditasi yang diterima berdasarkan hasil penilaian tersebut akan menjadi pedoman untuk menentukan keputusan terhadap tunjangan profesi yang akan diterima guru. Guru yang memiliki akreditasi cukup sampai baik sekali dinyatakan berhak untuk memperoleh tunjangan profesi.
Sementara guru yang masih memiliki tingkat akreditasi di bawah cukup, harus berlapang dada tidak menerima tunjangan yang memang diakui guru sangat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Tunjangan ini dihentikan tentu saja sampai guru tersebut dapat mencapai tingkat akreditasi yang telah ditetapkan.
Penilaian tentang kinerja guru ini seperti gaung suara dalam goa, menggema cepat ketelinga para guru. Ada guru yang menanggapi dengan biasa saja, namun tidak sedikit yang merinding ketakutan. Sepertinya berita penilaian kinerja guru tersebut adalah akhir dari harapan mereka terhadap kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang.
Menelaah masalah penilaian dan semua unsur yang melekat pada kata tersebut, seperti proses penilaian, indikataor penilaian, instrument penilaian, hasil penilaian sampai pada tindak-lanjut penilaian sebenarnya persoalan yang sederhana. Tidak ada kata yang baru ditelinga guru.
Semua unsur tersebut adalah konsumsi guru sehari–hari dalam menjalankan profesi sebagai tenaga pengajar. Masalah penilaian juga menjadi topik perbincangan yang hangat antar sesama guru. Guru bahkan tidak pernah lupa mengigatkan peserta didik untuk selalu menyiapkan diri dalam menghadapi penilaian. Tegasnya, kata penilaian sudah mendarah daging bagi semua guru.
Guru adalah evaluator. Guru sudah biasa menyusun instrument penilaian, indikator penilaian kemudian melakukan proses penilaian. Guru akan berusaha melengkapi segala keperluan penilaian supaya hasil penilaian sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Hasil penilaian tersebut menentukan kebijakan yang akan diambil guru dalam menindak-lanjuti hasil penilaian. Materi ajar adalah alat untuk mencapai tujuan kurikulum.
Sebahagian dari tujuan pendidikan nasional dijabarkan dalam kurikulum tersebut. Jika penilaian terhadap penguasaan materi ajar tidak mencapai hasil yang telah ditetapkan, tentu suatu keputusan, biaya besar yang sudah dikeluarkan, tenaga dan waktu yang habis terkuras menjadi sesuatu yang tidak bermakna. Makanya sejak dari awal sudah dijelaskan kepada peserta didik segala aturan yang berkenaan dengan penilaian hasil pembelajaran. Sehingga penilaian itu mencapai target yang telah ditetapkan.
Sikap guru dalam menghadapi berita penilaian kenerja guru seyogyanya tidak berbeda dengan sikap peserta didik ketika menerima penjalasan tentang penilaian. Peserta didik tidak pernah takut apalagi ngeri dalam menghadapi penilaian. Bahkan sering mereka bertanya kepada guru kapan penilaian akan dilaksanakan.
Tampaknya peserta didik sudah memahami peranan penilaian terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Tanpa penilaian mereka tidak dapat mengukur keberhasilan dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut tentu juga akan berdampak pada penurunan prestasi karena peserta didik tidak memiliki acuan dalam meningkatkan kompetensinya.
Selama ini penilaian hasil belajar itu seperti cermin hias. Cerminnya diarahkan kepada siswa saja. Gurupun berperan sebagai pemegang cermin untuk menjelaskan hasil pantulan diri siswa setelah melaksanakan penilaian. Bila hasil penilaian tidak memuaskan, maka porsi kesalahan lebih banyak dibebankan kepada siswa karena yang terlihat dalam cermin adalah diri siswa, sementara guru berada di belakang cermin. Keberhasilan proses pembelajaran itu ditentukan oleh banyak komponen. Dilihat dari pembagiannya, peranan guru mendapat porsi terbanyak di dalamnya.
Kebijakan penilaian kinerja guru tentu akan membawa perubahan. Analisis hasil pembelajaran akan menggunakan cermin hias dengan dua sisi yang dapat memantulkan wajah, yaitu wajah guru dan peserta didiknya.
Penyebab kegagalan akan lebih mudah diidentifikasi. Kemudian tindak lanjut dari suatu penilaian lebih tepat karena berdasarkan hasil identifikasi. Akan lebih mudah disimpulkan dimana titik kelemahannya. Kemudian dapat ditindaklanjuti apakah peserta didik yang harus berubah atau guru yang harus berbenah.
Penilaian kinerja guru dipandang suatu kebijakan yang positif. Pemantauan kinerja guru selama ini memang selalu dilaksanakan oleh pihak yang berwenang didalamnya. Tetapi hasil pemantauan tersebut belum menentukan akreditasi sehingga kemajuan guru terasa kurang signifikan. Dengan penilaian kinerja akan “memaksa” guru menjadi lebih baik.
Penilaian pada hakikatnya adalah refleksi diri. Seseorang kadang kala memerlukan orang lain untuk mengukur kebenaran pekerjaannya supaya dapat membenahi diri menjadi lebih baik. Setiap orang pasti menginginkan sesuatu yang lebih baik, apalagi guru.
Walaupun untuk mencapainya bukan hal yang mudah. Harus diiringi niat yang baik, hati yang ikhlas dan siap dengan perubahan. Penilaian guru tentu tidak berbeda dengan penilaian yang dilakukan guru terhadap peserta didiknya.
Semua akan melalui proses serta bersifat objektif dan edukatif. Penilaian kinerja guru itu memang harus dilaksanakan. Tetapi guru tidak perlu khawatir. Guru akan terus tersenyum diantara senyum generasi muda. ***
Senin, 02-04-2012 [09:59 WIB]
Pendidikan Karakter Berlaku Untuk Semua...Padang – WM. “Korupsi adalah musuh kita bersama, musuh rakyat dan harus kita cegah dan... |
Senin, 02-04-2012 [10:05 WIB]
Jelang Berlangsungnya UN 2012 Ortu Dihi...Pesisir Selatan - WM. Detik-detik jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 yang Sudah Diambang Ma... |
Senin, 02-04-2012 [09:57 WIB]
Bupati Dharmasraya – H. Adi Gunawan: J...Dharmasraya – WM. “Jadilah generasi muda yang cerdas dan jujur, sehingga dapat menjadi... |
Minggu, 01-04-2012 [18:39 WIB]
UN di Padang Panjang Diikuti 4.505 Siswa...Padangpanjang - WM. Ujian nasional tahun ajaran 2011/2012 di Kota Padangpanjang, Sumatera B... |
Senin, 26-03-2012 [22:20 WIB]
UPTD Tigo Nagari Serahkan Bantuan Korban...Pasaman – WM. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan kecamatan T... |
Senin, 02-04-2012 [10:05 WIB]
Jelang Berlangsungnya UN 2012 Ortu Dihi...Pesisir Selatan - WM. Detik-detik jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 yang Sudah D... |
Sabtu, 31-03-2012 [00:20 WIB]
SMP Negeri 5 Bukittinggi Program Sukses...Bukittinggi – WM. SMP Negeri 5 Bukittinggi tidak diragukan lagi memiliki segudang prestasi di bidan... |
Senin, 02-04-2012 [10:05 WIB]
Jelang Berlangsungnya UN 2012 Ortu Dihi...Pesisir Selatan - WM. Detik-detik jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2012 yang Sudah D... |
Senin, 02-04-2012 [09:53 WIB]
Sertijab Kepsek SMA Negeri 1 Pasaman Haw...Pasbar – WM. Setelah memimpin SMA Negeri 1 Pasaman dalam waktu yang cukup singkat, Ahmad... |